Sabtu, 13 April 2019

Hidup sehat di lingkungan pondok pesantren

Assalamualaikum wr, wb.
Hallo sahabat, disini saya akan sedikit menjelaskan tentang hubungan pondok pesantren dengan kesehatan. Sebelum saya menjelaskan, saya ingin tahu bagaimana pendapat/persepsi kalian tentang sehat?

Sehat ialah suatu keadaan seseorang yang terhindar dari penyakit yaitu penyakit jasmani dan rohani dalam keadaan tidak stress dan terhindar dari depresi.  Dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik.

Apa yang sering menjadi masalah kesehatan pada lingkungan pondok
pesantren?

Hidup di lingkungan pesantren kita tidak hidup dengan satu orang melainkan berpuluh-puluh orang sehingga kita akan lebih sulit untuk menjaga kebersihan,  karena setiap individu mempunyai karakter berbeda-beda ada yang suka menjaga kebersihan dan ada juga yang tidak suka menjaga kebersihan. Hal semacam ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit.  Contoh penyakit yang sering timbul di kalangan pondok pesantren yaitu seperti penyakit kulit (panu,  kadas,  kurap,  gatal-gatal). Hal ini disebabkan oleh kebiasaan yang dilakukan oleh santri/santriwati  seperti saling meminjam baju, memakai gelas untuk beberapa orang,  memakai gunting kuku,  dan masih banyak lagi contoh yang menjadi kebiasaan yang harus dihindari oleh santri/santriwari  agar tidak timbul penyakit.

"Sesunggunya Allah swt,  itu baik (dan)  menyukai kebaikan,  besih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan,  bagus (dan)  menyukai kebagusan.  Oleh sebab itu bersikanlah lingkunganmu". (HR. At-Turmudzi)

Ini adalah blog tulisan pertama saya, apabila ada salah penulisan dan tutur kata yang kurang berkenan saya pribadi mohon maaf sebesar-besarnya.  Dan mohon beri saya saran melalui komentar agar menjadikan saya lebih baik lagi dalam membuat blog selanjutnya. 

Wassalamualaikum wr, wb.

27 komentar:

  1. Sangat bermanfaat, bagi dunia pesantren dan Dunia kesehatan kakak👍

    BalasHapus
  2. Bagus . Kalok bisa di tambh lagi ya kaka 😅

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Singkat,jelas,padat dan berisi.
    Lanjutkan👍

    BalasHapus
  5. Bagaimana cara mengantisipasi kalo kita sudah menjaga kebersihan tetapi temen kita / tetangga belum bisa menjaga kebersihan apa yg kita lakukan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan kita selalu memberi edukasi kepada teman kita bahwa kebersihan itu penting, dan selalu mencontohkan dari diri kita berperilaku hidup bersih.

      Hapus
  6. Artikel bagus tapi kurang panjang dan judulnya seharusnya bisa diberikan lebih menarik

    BalasHapus
  7. Wahh sangat bermanfaat sekali 😍.

    BalasHapus
  8. Oke.. sudah bagus.
    Tapi agak mengganjal..
    Hehehe..
    Karna disitu kan hanya dijelaskan tentang permasalahan saja nggeh..
    Nah.. terus tanggapan penulis sendiri menyikapi hal tersebut bagaimana agar santri itu dapat hidup bersih meskipun dengan banyak orang yang karakternya berbeda²
    ����

    BalasHapus
  9. kalimat sudah pas, bahasa yg kamu gunakan juga mudah dipahami. Saran saya lebih baik kamu tambahkan solusi atau bagaimana cara mencegah agar kita tidak tertular penyakit2 itu. Dimana ada sebab ada solusi. Lebih jelasnya gi

    BalasHapus
  10. Terimakasih atas sarannya kakak, akan saya jadikan pelajaran buat blog selanjutnya

    BalasHapus
  11. Bagaimana menurut anda tentang banyaknya anak pondok yang masih me erokok padahal itu sudah tidak sesuai dengan aturan pondok dan kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya hal seperti itu lebih ditegakkan lagi seperti peraturannya, agar memiliki rasa jera kepada santri yang melanggar peraturan

      Hapus
  12. Bagus, tetep semangat dan selalu memotivasi diri dan lingkungan sekitar agar selalu menjaga kebersihan:)

    BalasHapus
  13. Kurang ringkas arti dari intinya

    BalasHapus
  14. Kata-kanya menarik dan bermanfaat untuk semua orang tidak hanya dilingkungan pondok saja.

    BalasHapus
  15. tetapi terkadang kyai kyai pondok bilang kalo di pondok belom gudikan,panuan,kadas dan sebagainya berarti belom menunjukkan anak pondok �� dan rata rata santri juga sudah mengalami hal tsb

    BalasHapus